SMK Ma’arif 1 Wates Gelar LDKS, Cetak Kader Pemimpin Muda Menuju Indonesia Emas 2045

Kulon Progo — OSIS/IPNU-IPPNU Komisariat SMK Ma’arif 1 Wates bekerja sama dengan PC IPNU-IPPNU Kabupaten Kulon Progo menggelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) pada 14–15 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Pesantren Property, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, dan diikuti oleh 47 siswa calon pengurus OSIS periode 2026.

Mengusung tema “Empowering the Future Leaders, Hold the Golden Indonesia 2045”, LDKS dirancang sebagai wahana pembinaan generasi muda agar memiliki kapasitas kepemimpinan yang kuat, berkarakter, dan visioner. Tema tersebut menegaskan pentingnya peran pelajar sebagai calon pemimpin bangsa yang tidak hanya cakap secara intelektual, tetapi juga kokoh secara spiritual dan emosional dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Kepala SMK Ma’arif 1 Wates, H. Rahmat Raharja, S.Pd., M.Pd.I., dalam sambutannya menegaskan bahwa pendirian lembaga pendidikan oleh Nahdlatul Ulama merupakan bagian dari ikhtiar menjaga keberkahan dan kesinambungan perjuangan para muassis NU.
“NU mendirikan sekolah dan madrasah, termasuk SMK Ma’arif 1 Wates, bukan semata-mata untuk mencetak lulusan cerdas, tetapi untuk menjaga nilai, adab, dan keberlanjutan perjuangan para pendiri, khususnya Mbah Hasyim Asy’ari. Kegiatan LDKS ini adalah salah satu ikhtiar untuk menyiapkan kader-kader NU yang tangguh dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia juga memotivasi peserta agar tidak ragu berproses dalam organisasi.
“Berorganisasi memang tidak selalu mudah. Akan ada rasa lelah dan pahit dalam prosesnya, tetapi percayalah, kepahitan hari ini adalah bekal untuk manisnya masa depan. Jika kader NU sudah siap berkorban dan bersikap royal, insyaallah dalam kondisi apa pun tidak akan gentar,” tambahnya.

Selama dua hari pelaksanaan, LDKS diisi dengan berbagai materi yang mendukung pengembangan kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional siswa. Seluruh materi disampaikan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya, sehingga memberikan pembekalan yang komprehensif dan relevan dalam membentuk karakter serta jiwa kepemimpinan peserta.

Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai koordinasi, integritas, dan sinkronisasi (KIS) dalam menjalankan amanah kepemimpinan. LDKS ini juga menjadi momentum penting dalam mencetak pemimpin muda yang tidak hanya terampil dalam berorganisasi, tetapi memiliki visi besar untuk membawa kemajuan bagi sekolah, organisasi, dan lingkungan masyarakat. (Omi)

Loading

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *