Peringati Maulid Nabi dan Hari Santri 2024, SMK Ma’arif 1 Wates Gelar Pengajian Inspiratif

Kulon Progo, 24 Oktober 2024 – SMK Ma’arif 1 Wates menggelar acara pengajian dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus resepsi Hari Santri Nasional 2024. Acara yang diadakan di halaman sekolah ini diikuti oleh seluruh keluarga besar SMK Ma’arif 1 Wates, mulai dari para siswa, guru, dan staf. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus mengingat peran santri dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Pengajian ini dibuka dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Bapak Luluk Junaidi, S.Pd.I., sebagai tanda penghormatan kepada para pahlawan bangsa dan untuk mengawali acara dengan doa bersama. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, diikuti oleh lagu Ya Lal Wathon, sebuah lagu kebangsaan kaum Nahdliyin, dan Mars Hari Santri sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Pengajian ini juga dimeriahkan oleh Hadroh dari SMK Maarif 1 Wates.

 

Gambar. Hadroh SMK Maarif 1 Wates tampil di acara pengajian.

Dalam sambutannya, Kepala SMK Ma’arif 1 Wates, Bapak H. Rahmat Raharja, S.Pd., M.Pd.I., menyampaikan pesan yang sangat bermakna mengenai semangat jihad yang telah menjadi bagian dari sejarah bangsa, terutama di Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November. “Hari ini kita diingatkan kembali bahwa peristiwa besar 10 November tidak akan terjadi tanpa adanya semangat jihad yang digelorakan oleh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama, yang menggerakkan santri dan warga untuk berjuang melawan penjajah,” ucapnya.

Sementara itu, penceramah utama, KH. Mujiharno, S.Ag., dari Sleman, memberikan ceramah yang sangat inspiratif dengan tema “Enam Kunci Sukses”. Beliau menjelaskan bahwa untuk mencapai kesuksesan, ada enam hal yang harus diperhatikan, yaitu kecerdasan, memiliki cita-cita, ketangguhan dalam menghadapi ujian, biaya atau dukungan materi, menghormati guru, dan kesabaran karena kesuksesan membutuhkan waktu yang panjang. “Jika enam kunci ini dapat dipegang dengan teguh, insya Allah kesuksesan bisa diraih, baik di dunia maupun di akhirat,” ungkapnya.

Acara yang berlangsung dalam suasana penuh khidmat ini juga menjadi momen refleksi bagi para siswa dan guru untuk memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat memperkokoh rasa persatuan serta menanamkan semangat jihad, perjuangan, dan pengorbanan sebagaimana yang telah dicontohkan oleh para santri dan ulama dalam sejarah bangsa Indonesia.

Gambar. Doa penutup yang dipimpin oleh KH. Mujiharno, S.Ag

Pengajian dan peringatan Hari Santri di SMK Ma’arif 1 Wates ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah, yang menambah hangatnya kebersamaan antar warga sekolah. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda, khususnya para siswa SMK Ma’arif 1 Wates, agar terus berprestasi dengan tetap berpegang pada ajaran agama dan nilai-nilai kebangsaan.(Omi)

Loading

Langkah Kecil, Dampak Besar: Pentingnya Senyum, Salam, Sapa di Sekolah

Budaya Senyum, Salam, Sapa (3S) di lingkungan sekolah dinilai memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang positif. Kebiasaan sederhana ini tidak hanya mempererat hubungan antar warga sekolah, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan keharmonisan di lingkungan pendidikan. Di banyak sekolah, budaya ini sudah mulai diterapkan sebagai bagian dari upaya membentuk karakter siswa yang sopan, ramah, dan saling menghargai.

Senyuman, sapaan ramah, dan salam sederhana dari guru kepada siswa di awal hari, misalnya, mampu membuat siswa merasa lebih dihargai. Hal ini memberikan dampak positif pada suasana belajar, di mana siswa merasa lebih dekat dengan gurunya dan termotivasi untuk berpartisipasi aktif dalam proses belajar.

Selain itu, budaya 3S ini juga mengajarkan siswa pentingnya nilai-nilai kesopanan dalam kehidupan sehari-hari. Sikap ramah dan menghargai orang lain merupakan bagian dari pendidikan karakter yang harus ditanamkan sejak dini. Dengan membiasakan senyum, salam, dan sapa, siswa diharapkan tidak hanya menjadi generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga unggul dalam sikap dan perilaku sosial.

Budaya Senyum, Salam, Sapa tidak hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga bagi guru dan staf sekolah. Interaksi yang ramah antara guru dan siswa menciptakan suasana kerja yang lebih harmonis dan penuh dengan rasa saling menghormati. Para guru pun merasa lebih mudah menjalin komunikasi dengan siswa, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih menyenangkan dan efektif.

Dengan melihat berbagai dampak positif yang ditimbulkan, sudah saatnya semua sekolah menjadikan Senyum, Salam, Sapa sebagai bagian dari budaya sehari-hari. Kebiasaan ini tidak hanya mempererat hubungan, tetapi juga membentuk generasi yang lebih sopan, santun, dan menghargai orang lain. Mari kita mulai dari hal kecil seperti tersenyum, menyapa, dan memberi salam, karena langkah sederhana ini bisa menjadi awal terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih positif, harmonis, dan inspiratif. Ayo, jadikan sekolah kita tempat di mana setiap senyuman membawa kebaikan dan setiap sapaan menguatkan kebersamaan. (Omi)

Loading

Semangat Hari Santri: Warga SMK Ma’arif 1 Wates Tunjukkan Antusiasme mengikuti Upacara Hari Santri di Alun-alun Wates

Kulon Progo, 22 Oktober 2024 – Peringatan Hari Santri Nasional di Alun-alun Wates hari ini dipenuhi oleh antusiasme tinggi dari seluruh siswa, guru, dan karyawan SMK Ma’arif 1 Wates. Mereka dengan penuh semangat menghadiri upacara yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Acara berlangsung khidmat, dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk santri, ulama, dan tokoh agama setempat. Tema peringatan Hari Santri Nasional 2024 saat ini adalah “Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan”.

Gambar. Persiapan siswa di halaman sekolah sebelum berangkat ke Alun-Alun Wates

Sejak pagi para siswa sudah siap di sekolah dengan mengenakan pakaian khas santri, menciptakan suasana yang penuh khidmat dan religius. Para siswa berjalan kaki menuju alun-alun wates pukul 06.30 dengan semangat yang menggelora, menegaskan nilai-nilai nasionalisme dan keislaman yang menjadi inti peringatan ini. Barisan rapi para siswa dan guru semakin memperkuat makna pentingnya Hari Santri sebagai tonggak sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Bapak H. Rahmat Raharja S.Pd., M.Pd.I., Kepala SMK Ma’arif 1 Wates, menyampaikan pesan penting mengenai makna Hari Santri bagi generasi muda saat ini.

“Hari Santri bukan hanya perayaan, tetapi momentum untuk meneladani semangat para pahlawan santri dalam membela kemerdekaan dan agama. Kita, sebagai generasi penerus, harus menjaga dan melanjutkan perjuangan mereka melalui pendidikan, integritas, dan keikhlasan dalam bekerja. Saya harap para siswa dapat menanamkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari dan berperan aktif dalam membangun bangsa,” ujar beliau.

Gambar. Perjalanan menuju Alun-alun Wates

Dalam kesempatan yang sama, Bapak Rahmat juga mengapresiasi semangat seluruh warga sekolah yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Beliau berharap kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan antara siswa, guru, dan masyarakat dalam semangat gotong royong dan kekeluargaan.

Hari Santri Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Oktober diharapkan menjadi pengingat bagi para santri dan masyarakat luas akan pentingnya menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan, terutama di tengah perkembangan zaman. (Omi)

 

Loading